Dari dingin kembali ke dingin lagi
Kala
dingin itu, teruslah tak terbendung lagi
Aku menangis, kawan!
Bagaimana bisa tangisan ini ada
Demi Tuhan, kawan
Aku tidak
ingin mengeluarkannya
Karna ketika sudahlah lelah
Saatnya
itu tak dapat terbendung
... Karna lelah itu telah terhenti
Kamu
tidak akan begitu saja berhenti, kawan
Kau ingat goresan-goresan
kehidupan baik lalu?
Kau akan terus hidup dengan itu, kawan
-Teruntuk Kawan yang Tak Pernah Bersapa-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar