Kamis, 20 Desember 2012

Untuk Alm. Dek Alvin

Dari dingin kembali ke dingin lagi
Kala dingin itu, teruslah tak terbendung lagi
Aku menangis, kawan!

Bagaimana bisa tangisan ini ada
Demi Tuhan, kawan
Aku tidak ingin mengeluarkannya

Karna ketika sudahlah lelah
Saatnya itu tak dapat terbendung
... Karna lelah itu telah terhenti

Kamu tidak akan begitu saja berhenti, kawan
Kau ingat goresan-goresan kehidupan baik lalu?
Kau akan terus hidup dengan itu, kawan

-Teruntuk Kawan yang Tak Pernah Bersapa-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar